Misteri Sang Penyamar Ulung: Mengenal Papuan Frogmouth, Penghuni Malam Rimba Papua


Misteri Sang Penyamar Ulung: Mengenal Papuan Frogmouth, Penghuni Malam Rimba Papua

JAYAPURA – Di tengah lebatnya hutan hujan Papua, terdapat sesosok makhluk yang sering kali luput dari pandangan mata manusia. Ia bukan sekadar burung biasa; ia adalah sang maestro penyamaran. Papuan Frogmouth (Podargus papuensis), atau yang secara lokal dikenal dengan nama burung paruh-kodok papua, kini semakin menarik perhatian para pengamat burung dunia karena keunikan morfologi dan perilakunya yang misterius.

Bentuk Unik dan Strategi Kamuflase

Sekilas, banyak orang keliru menganggap burung ini sebagai burung hantu. Namun, secara taksonomi, Papuan Frogmouth justru lebih dekat kekerabatannya dengan burung cabak. Ciri khas yang paling mencolok adalah https://katiesbeautybar.com/ paruhnya yang sangat lebar, pendek, dan sedikit melengkung di bagian ujung, menyerupai mulut kodok. Inilah alasan utama di balik penamaan uniknya.

Burung ini memiliki bulu berwarna abu-abu kecokelatan dengan pola marmer yang rumit. Pola ini bukanlah tanpa alasan; saat siang hari, Papuan Frogmouth akan duduk mematung di dahan pohon dengan kepala mendongak ke atas. Dalam posisi ini, tubuhnya menyatu sempurna dengan tekstur kulit kayu, menjadikannya hampir mustahil dideteksi oleh predator maupun manusia.

Pola Makan dan Strategi Berburu

Sebagai hewan nokturnal, aktivitas utama Papuan Frogmouth dimulai saat matahari terbenam. Berbeda dengan burung hantu yang menangkap mangsa menggunakan cakar yang kuat, burung ini lebih mengandalkan kekuatan paruhnya yang lebar.

Lantas, apa saja makanan utama mereka? Papuan Frogmouth adalah pemakan segala (omnivora) dalam skala kecil, namun mayoritas dietnya terdiri dari:

  • Serangga Besar: Seperti jangkrik, belalang, dan kumbang malam.
  • Hewan Kecil: Terkadang mereka memangsa siput, kadal kecil, atau bahkan tikus kecil.
  • Buah-buahan: Meski jarang, mereka sesekali mengonsumsi buah beri hutan.

Cara berburunya pun unik. Mereka cenderung menunggu dengan sabar di dahan rendah (teknik sit-and-wait). Begitu melihat serangga di tanah atau di batang pohon, mereka akan menyambar dengan cepat menggunakan paruh lebarnya yang mampu mencengkeram mangsa dengan kuat.

Pentingnya Pelestarian Habitat

Keberadaan Papuan Frogmouth merupakan indikator kesehatan ekosistem hutan primer di Papua dan sebagian kecil Australia Utara. Sayangnya, degradasi hutan akibat pembalakan liar dan konversi lahan menjadi ancaman nyata bagi ruang hidup mereka.

Para ahli ekologi menekankan bahwa melindungi burung ini berarti melindungi keanekaragaman hayati Papua secara keseluruhan. Suara “oom-oom-oom” mereka yang rendah dan bergema di malam hari adalah bagian dari warisan alam yang harus tetap terdengar hingga generasi mendatang.


Apakah Anda ingin saya membuatkan daftar lokasi terbaik di Papua untuk melakukan pengamatan burung (birdwatching) terhadap spesies ini?

Leave a Comment

Send Enquiry